Defenisi
Flowchart adalah penyajian yang
sistematis tentang proses dan logika dari
kegiatan
penanganan informasi.
Program flowchart adalah suatu
bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara
mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya
dalam suatu program.
Mengapa
flowchart
a. Relationship
Flowchart dapat
memberikan gambaran yang efektif, jelas, dan ringkas tentang
prosedur logic.
Teknik penyajian yang bersifat grafis jelas akan lebih baik
daripada
uraian-uraian yang bersifat teks khususnya dalam menyajikan logikalogika
yang bersifat
kompleks.
b. Analysis
Dengan adanya
pengungkapan yang jelas dalam model atau chart, maka para
pembaca dapat
dengan mudah melihat permasalahan atau memfokuskan
perhatian pada
area-area tertentu system informasi.
c. Communication
Karena
simbol-simbol yang digunakan mengikuti suatu standar tertentu yang
sudah diakui
secara umum, maka flowchart dapat merupakan alat bantu
yang sangat
efektif dalam mengkomunikasikan logika suatu
masalah atau
dalam mendokumentasikan logika tersebut.
Contoh
a. Penerimaan Bank
1. Konsumen
menyerahkan Formulir Pembelian Rumah (FPR) dan melakukan pembayaran dengan cek melalui
administrasi pemasaran. FPR digunakan untuk membuat laporan penjualan.
Laporan
penjualan dibuat 2 rangkap:
rangkap ke-1
diberikan ke kepala bagian akuntansi.
rangkap ke-2
sebagai arsip. Cek disetor ke bank.
2. Administrasi
pemasaran membuat kwitansi sebanyak tiga rangkap :
· Rangkap ke-1
diberikan ke konsumen
· Rangkap ke-2
diberikan ke kasir kas besar beserta bukti setor cek untuk dibuat Bukti Bank
Masuk (BBM) dan laporan penerimaan bank.
Laporan
penerimaan bank dibuat 2 rangkap :
Rangkap ke-1
diberikan ke kepala bagian akuntansi
Rangkap ke-2
sebagai arsip.
Rangkap ke-3
digunakan untuk membuat laporan piutang yang dibuat 2 rangkap :
rangkap ke-1
diberikan ke kepala bagian akuntansi
rangkap ke-2
sebagai arsip.
3. Laporan
penjualan, piutang dan penerimaan bank di-posting ke buku besar oleh
kepala bagian akuntansi untuk dibuat laporan keuangan yang dibuat 2 rangkap:
rangkap ke-1
diberikan ke direktur.
rangkap ke-2
sebagai arsip.
b. Penerimaan
Kas
1.Konsumen
menyerahkan Formulir Pembelian Rumah (FPR) dan nota tagih bersamaan
dengan uang
tunai melalui administrasi pemasaran. FPR digunakan untuk membuat
laporan
penjualan yang dibuat 2 rangkap:
rangkap ke-1
diberikan ke kepala bagian akuntansi.
rangkap ke-2
sebagai arsip.
2. Administrasi
pemasaran membuat Bukti Kas Masuk (BKM) dan membuat kwitansi. Kwitansi dibuat
sebanyak tiga rangkap :
Rangkap ke-1 diberikan ke konsumen.
Rangkap ke-2
diberikan ke kasir kas besar beserta BKM untuk dibuat laporan penerimaan kas
yang dibuat 2 rangkap:
rangkap ke-1
diberikan ke kepala bagian akuntansi.
rangkap ke-2
sebagai arsip.
Rangkap ke-3
digunakan untuk membuat laporan piutang yang dibuat 2 rangkap:
rangkap ke-1
diberikan ke kepala bagian akuntansi.
rangkap ke-2
sebagai arsip.
3. Laporan
piutang, penjualan, dan penerimaan kas di-posting ke buku besar oleh
kepala bagian akuntansi untuk dibuat laporan keuangan yang dibuat 2 rangkap:
rangkap ke-1
diberikan ke direktur.
rangkap ke-2
sebagai arsip.
c. Pengeluaran
Kas
1. Kasir Kas
Besar
a. Supplier
menyerahkan faktur ke kasir kas besar. Kasir kas besar membuat Bukti Kas Keluar
(BKK) dan membayarnya dengan uang tunai.
b. Bersamaan
dengan terima uang, supplier menandatangani BKK yang dilampiri faktur. Kemudian
BKK yang dilampiri faktur digunakan untuk membuat laporan pengeluaran kas yang dibuat
2 rangkap:
rangkap ke-1
diberikan ke kepala bagian akuntansi.
rangkap ke-2
sebagai arsip.
c. Laporan
pengeluaran kas di-posting ke buku besar oleh kepala bagian akuntansi
untuk dibuat
laporan keuangan yang dibuat 2 rangkap :
rangkap ke-1
diberikan ke direktur.
rangkap ke-2
sebagai arsip.
2. Kasir Kas
Proyek
a. Supplier
menyerahkan faktur ke kasir kas proyek atau pengawas lapangan menyerahkan
opname upah ke kasir kas proyek. Kemudian kasir kas proyek membuat Bukti Kas
Keluar (BKK) dan membayarnya dengan uang tunai.
b. Bersamaan
diterimanya uang, supplier atau pengawas lapangan menandatangani BKK yang
dilampiri faktur atau opname upah. Kemudian BKK yang dilampiri faktur atau
opname upah digunakan untuk membuat laporan pengeluaran kas yang dibuat 2 rangkap:
rangkap ke-1 diberikan ke kepala bagian akuntansi.
rangkap ke-2
sebagai arsip.
c. Laporan
pengeluaran kas di-posting ke buku besar oleh kepala bagian akuntansi
untuk membuat
laporan keuangan yang dibuat 2 rangkap:
rangkap ke-1 diberikan
ke direktur.
rangkap ke-2
sebagai arsip.
d. Pengeluaran
Bank
1. Supplier
menyerahkan faktur ke kasir kas besar/kas proyek. Kemudian kasir kas besar/kas
proyek memfotokopi cek dan membuat Bukti Bank Keluar (BBK) dan membayar ke
supplier dengan cek.
2. Bersamaan
dengan diterimanya cek, supplier menandatangani BBK yang dilampiri fotokopi cek
dan faktur. BBK yang dilampiri fotokopi cek dan faktur digunakan untuk membuat
laporan pengeluaran bank yang dibuat 2 rangkap:
rangkap ke-1
diberikan ke kepala bagian akuntansi.
rangkap ke-2
sebagai arsip.
3. Laporan
pengeluaran bank di-posting ke buku besar oleh kepala bagian akuntansi
untuk membuat laporan keuangan yang dibuat 2 rangkap:
rangkap ke-1 diberikan
ke direktur.
rangkap ke-2
sebagai arsip.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar